Swaraaktual.com, KLATEN — Warga Kelurahan/Kecamatan Jatinom secara swadaya menghidupkan kembali suasana Pasar Jatinom yang telah lama sepi. Saban Sabtu malam atau malam Minggu, puluhan pedagang kuliner, pakaian hingga barang bekas yang membuka lapak di Pasar Lawas Jatinom.
Pembukaan perdana Pasar Lawas Jatinom digelar pada Sabtu (17/10/2026) malam. Rangkaian kegiatan dimeriahkan kirab serta bentang bendera Merah-Putih pada sore hari, dilanjutkan umbul doa pada malam harinya.
Denyut pasar yang lama lesu dan sepi dari aktivitas pedagang kembali meriah dengan konsep baru pada pembukaan perdana. Pedagang menggelar lapak mereka terutama di dalam bangunan los yang tetap dipertahankan menggunakan bangunan lawas.
Aneka produk UMKM dijajakan pada pembukaan perdana. Ada satai kambing, sego bebek, satai koyor, rica serta tengkleng kikil, tumpang lethok, jenang sumsum, aneka gorengan serta cilok, sego wiwit, dawet ayu hingga aneka minuman. Ada pula es teler serta es krim. Pada bagian lain, ada lapak yang diisi pedagang barang bekas serta pakaian.
Suasana Pasar Lawas Jatinom pada pembukaan perdana dimeriahkan dengan pameran seni lukis dan seni lainnya. Kegiatan disemarakkan dengan pembacaan zikir, selawat hingga macapat.
Salah satu warga, Gatot Joko Mardiyanto, mengungkapkan Pasar Lawas Jatinom sudah ada sejak tempo dulu. Namun, selama lebih dari 15 tahun aktivitas pasar tersebut redup.
Hanya segelintir pedagang yang bertahan merajut asa di dalam pasar yang dulunya menjadi pusat ekonomi warga. “Maka kami rekan-rekan, dengan kondisi yang seperti ini dan mengingat masih banyak peluang yang bisa dikembangkan dari pasar ini, kami bersama pihak terkait ingin menghidupkan kembali Pasar Lawas Jatinom,” kata Gatot saat ditemui di sela pembukaan perdana, Sabtu.
Pada pembukaan perdana, ada sekitar 30 UMKM yang membuka lapak di pasar yang di tahap awal ini dibuka sekali dalam sepekan yakni saban Sabtu malam. Ke depan, paguyuban warga berencana menggandeng semakin banyak UMKM untuk mengisi banyak lapak yang masih kosong di Pasar Lawas Jatinom.
Selain itu, paguyuban ingin menggandeng para pelaku seni dan budaya di wilayah Kecamatan Jatinom untuk ikut menghangatkan suasana pasar tersebut saban Sabtu malam. “Untuk sementara ini memang direncanakan buka setiap malam Minggu dulu. Sambil nanti ke depan kami evaluasi perkembangannya,” jelas Gatot.
Ana, 45, menjadi salah satu pedagang yang buka lapak di Pasar Lawas Jatinom. Dia merupakan pedagang pakaian.
Pedagang yang sehari-hari membuka dagangan di rumahnya tersebut berencana ikut mengisi lapak Pasar Lawas Jatinom saban Sabtu malam. “Kalau saya sendiri sangat mendukung dan ini acaranya sangat bagus. Hari pertama ini pengunjungnya banyak, membeludak dan alhamdulillah saya dapat rezeki,” jelas Ana.

Leave a Reply