Longsor Jatiyoso, Akses Blanteng-Tawang Diperkirakan Pulih Dua Hari Lagi

Longsor Jatiyoso, Akses Blanteng-Tawang Diperkirakan Pulih Dua Hari Lagi
Bupati Karanganyar Rober Christanto meninjau lokasi longsor di Jatiyoso pada Rabu (15/7/2026).

Swaraaktual.com, KARANGANYAR — Akses jalan utama yang menghubungkan Dusun Blanteng dan Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, masih tertutup material longsor hingga Rabu (15/7/2026). Proses pembersihan diperkirakan masih membutuhkan sekitar dua hari sebelum jalur tersebut dapat kembali dilalui.

Camat Jatiyoso, Mahmud Azis Arifin, mengatakan proses evakuasi material longsor terus dipercepat dengan mengerahkan dua unit alat berat. Satu alat berat tambahan mulai beroperasi sejak Selasa (14/7/2026) untuk mempercepat pembukaan akses jalan.

“Material longsornya sangat banyak. Ketebalannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Selain tanah, ada batu berukuran besar yang ikut turun sehingga nantinya tidak cukup hanya menggunakan alat berat, tetapi juga membutuhkan alat pemecah batu,” ujar Mahmud kepada Espos.

Menurut dia, apabila proses pembersihan berjalan lancar, akses jalan diperkirakan sudah bisa dibuka dalam dua hari ke depan.

Mobil Masih Harus Memutar

Mahmud menjelaskan longsor memutus jalur utama yang menghubungkan wilayah Wonorejo dengan Dusun Tawang. Akibatnya, kendaraan roda empat masih harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh.

“Kalau mobil harus memutar cukup jauh. Untuk sepeda motor masih ada beberapa jalur alternatif melalui jalan perbukitan, tetapi kondisinya belum beraspal dan tetap harus memutar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto telah meninjau langsung lokasi longsor dan meminta proses pembersihan material terus dipercepat.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah longsor susulan. Sedikitnya delapan rumah yang berada di atas titik longsor menjadi prioritas penanganan.

Selain itu, pemerintah akan menata sistem drainase agar aliran air tidak lagi meresap ke lereng yang memiliki struktur tanah labil. Berdasarkan hasil pengukuran awal, saluran air direncanakan dialihkan menggunakan pipa sepanjang sekitar 80 meter berdiameter delapan inci.

Sebelumnya, longsor terjadi pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.45 WIB dan menutup jalan penghubung Dusun Blanteng dan Dusun Tawang di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.

Leave a Reply