30 Petugas Sensus Ekonomi Semarang Mundur, BPS Ungkap Penyebabnya

30 Petugas Sensus Ekonomi Semarang Mundur, BPS Ungkap Penyebabnya
Logo Sensus Ekonomi 2026. (Istimewa/BPS)

Swaraaktual.com, SEMARANG—Sebanyak 30 petugas lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Semarang mengundurkan diri selama proses pendataan berlangsung. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang menyebut sebagian besar petugas memilih mundur karena telah diterima bekerja di tempat lain.

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, mengatakan pengunduran diri tersebut terjadi secara bertahap, bukan dalam waktu bersamaan.

“Dari 1.437 petugas Sensus Ekonomi, ada 30 orang yang mengundurkan diri, tetapi tidak secara bersamaan petugas itu mengundurkan diri semua,” kata Rudi saat ditemui di kantornya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Rudi, sekitar 16 petugas mengundurkan diri setelah memperoleh pekerjaan baru. Sementara sebagian lainnya memilih berhenti karena merasa pekerjaan sebagai petugas sensus tidak sesuai dengan ekspektasi saat mendaftar.

“Sekitar 16 orang yang mengundurkan diri itu karena diterima bekerja. Ada juga beberapa petugas yang merasa pekerjaan Sensus Ekonomi seperti yang disampaikan Bu Wali Kota. Tetapi jumlahnya hanya beberapa orang saja,” ujarnya.

Meski demikian, Rudi memastikan pengunduran diri tersebut tidak mengganggu pelaksanaan Sensus Ekonomi. BPS telah mengganti seluruh petugas yang mundur sehingga pendataan tetap berjalan sesuai target hingga 31 Agustus 2026.

Masih Terkendala Akses Permukiman Elite

Selain pergantian petugas, BPS juga mengakui masih menghadapi kendala saat melakukan pendataan di sejumlah kawasan permukiman elite yang memiliki akses terbatas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPS berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang serta pemerintah wilayah agar petugas mendapatkan kemudahan saat melakukan pendataan.

“Beberapa kecamatan sudah melakukan rapat koordinasi. Harapannya petugas kami bisa dibantu masuk ke wilayah atau permukiman yang aksesnya agak sulit,” jelas Rudi.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan sebagian petugas sensus memilih mengundurkan diri karena merasa beban pekerjaan di lapangan lebih berat dibandingkan yang mereka bayangkan saat mendaftar.

Selain itu, petugas juga menghadapi tantangan berupa kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap penyalahgunaan data pribadi yang dikaitkan dengan kepentingan perpajakan.

Agustina menegaskan Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan penarikan pajak, melainkan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah di sektor ekonomi.

“Pengambilan data oleh petugas sensus akan disimpan secara rahasia. Maka masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan data guna sensus ini dan sensus ini tidak berkaitan dengan apa pun,” tegasnya.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan Sensus Ekonomi di Kota Semarang telah mencapai 42,69 persen. BPS optimistis target pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal meski sempat terjadi pergantian petugas lapangan.

Leave a Reply