Swaraaktual.com, SEMARANG — Kebakaran menghanguskan sebuah kandang kambing di bantaran Sungai Kaligarang, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa (14/7/2026). Sebanyak 19 ekor kambing dewasa milik warga mati terpanggang dalam peristiwa tersebut.
Pantauan Espos di lokasi, area kandang yang terbakar telah dipasangi garis polisi. Tim Inafis Polrestabes Semarang juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Pemilik kandang, Tas’an, 62, mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut karena saat kejadian sedang memperbaiki rumah mertuanya di Kalibanteng Kidul.
“Saya tidak tahu kejadiannya. Saya lagi kerja benerin rumah mertua di Kalibanteng Kidul. Tidak ada yang jaga kandangnya, ada 19 kambing dewasa yang mati semua,” ujarnya kepada Espos, Selasa.
Tas’an mengatakan sebelum berangkat bekerja sekitar pukul 10.00 WIB, dirinya sempat mencari rumput untuk pakan ternak. Beberapa jam kemudian, ia mendapat kabar bahwa kandangnya terbakar.
“Saya dikabari anak mantu. Pas saya sampai sini sudah ada Damkar sedang memadamkan api. Biasanya aman kalau ditinggal,” ungkapnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Tas’an menjelaskan kandang tersebut tidak dialiri listrik sehingga ia tidak mengetahui penyebab kebakaran. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Nggak ada aliran listrik. Saya orang awam, kurang tahu penyebabnya. Saya juga nggak tahu kalau semisal orang yang tidak senang sama saya,” katanya.
Menurut Tas’an, seluruh kambing yang mati merupakan ternak miliknya yang telah dipelihara selama sekitar tiga tahun sebagai tambahan penghasilan keluarga.
Ia mengaku belum menghitung total kerugian akibat musibah tersebut, namun berharap ada bantuan dari pemerintah.
“Hewan ternak itu buat tambahan penghasilan keluarga. Kerugiannya saya juga belum tahu. Mudah-mudahan ada bantuan atau pengganti dari pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 11.48 WIB.
Sebanyak dua unit mobil pemadam beserta 10 personel diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.
“Untuk dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan 10 personel,” kata Tantri.

Leave a Reply