Swaraaktual.com, BOYOLALI — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Rabu (15/7/2026). Sasaran utama program tersebut adalah betonisasi jalan sepanjang 1,2 kilometer yang diharapkan membuka akses penghubung Kecamatan Wonosamodro dan Juwangi.
Upacara pembukaan TMMD digelar di Lapangan Desa Bercak dan dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan bersama Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf. Gunawan Nurbathin.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan program TMMD Sengkuyung Tahap III didukung anggaran sebesar Rp769,9 juta, yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp246 juta, APBD Kabupaten Boyolali Rp500 juta, serta swadaya masyarakat Rp23,9 juta.
“Sasaran fisik TMMD kali ini difokuskan pada betonisasi jalan sepanjang 1.205 meter. Diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat akses menuju lahan pertanian, memperlancar mobilitas masyarakat, dan menjadi pendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat Desa Bercak,” katanya.
Perbaiki RTLH hingga Penyuluhan
Selain betonisasi jalan, TMMD juga mencakup perbaikan enam unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak lima rumah dibiayai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Boyolali, sedangkan satu unit berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Palang Merah Indonesia (PMI).
Berbagai kegiatan nonfisik juga akan dilaksanakan, mulai dari penyuluhan, pembinaan, hingga pemberdayaan masyarakat. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, semangat gotong royong, serta memperkuat perekonomian keluarga.
“Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan seluruh pelaksanaannya berjalan lancar. Pemerataan pembangunan akan terus kami dorong agar infrastruktur desa di Boyolali semakin baik,” ujar Agus.
Sementara itu, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf. Gunawan Nurbathin mengatakan TMMD merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, seluruh pekerjaan akan dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Melalui kolaborasi ini, pembangunan dapat dipercepat dan lebih merata. Kami berharap jalan yang dibangun mampu memperlancar jalur logistik masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” katanya.
Kepala Dusun I Bercak Kidul, Martoyo, menjelaskan jalan yang dibeton akan menghubungkan Desa Bercak dengan Desa Bengle, Desa Gunungsari, hingga menuju pusat pemerintahan Kecamatan Wonosamodro. Jalur tersebut juga menjadi akses menuju Desa Krobokan di Kecamatan Juwangi.
“Semoga dengan dibangunnya jalan ini transportasi warga semakin mudah dan perekonomian masyarakat ikut meningkat,” ujarnya.

Leave a Reply