Swaraaktual.com, SEMARANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang mempersilakan atletnya memperkuat kontingen daerah lain pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah (Jateng) 2026. Kebijakan ini diambil untuk mendorong pemerataan prestasi olahraga antardaerah.
General Manager Tim Pemenangan KONI Kota Semarang, Helly Sulistyanto, mengatakan selama ini cukup banyak atlet dari kabupaten lain yang bergabung dengan kontingen Kota Semarang. Sebaliknya, jumlah atlet Semarang yang memilih memperkuat daerah lain relatif sedikit.
“Kalau ada atlet dari Kota Semarang yang ingin bergabung ke kabupaten lain di Porprov Jateng 2026, kita persilakan, kita lepas. Kami tidak menghalangi supaya ada pemerataan prestasi olahraga. Kita tidak memonopoli (prestasi) di Kota Semarang,” ucap Helly kepada Espos, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Helly, perpindahan atlet menjadi bagian dari dinamika pembinaan olahraga antardaerah. Ia menduga kebanggaan memperkuat kontingen Kota Semarang menjadi salah satu daya tarik bagi atlet dari daerah lain untuk bergabung.
Di sisi lain, kontingen Kota Semarang masih didominasi atlet berpengalaman yang telah beberapa kali mengikuti kompetisi. Meski demikian, sejumlah wajah baru juga disiapkan untuk memperkuat kontingen pada Porprov Jateng 2026.
Pembinaan atlet di Kota Semarang dilakukan melalui Program Semarang Emas (PSE). KONI membagi pembinaan ke dalam tiga lini berdasarkan capaian prestasi, yakni lini pertama untuk atlet peraih medali emas, lini kedua untuk peraih perak, dan lini ketiga untuk peraih perunggu.
“Sebelum Porprov Jateng 2026 dilaksanakan kita sudah mempunyai peta. Kira-kira nanti perolehan medali emas kita paling tidak segini (hitungan) karena sudah kita petakan melalui PSE. Kalau lebih, itu berarti bonus,” ungkap Helly.
Target 190 Medali Emas dan Juara Umum
Sementara itu, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan kontingennya optimistis meraih 190 medali emas pada Porprov Jateng 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pada Porprov 2023 di Pati Raya, saat Kota Semarang meraih 186 emas, 138 perak, dan 137 perunggu sekaligus keluar sebagai juara umum.
“Kontingen Kota Semarang mengirim 845 atlet untuk bertanding 57 cabor Porprov Jateng 2026. Kita berharap mempertahankan juara umum dan atlet-atlet yang berprestasi tidak berhenti di tingkat provinsi, mereka harus naik sampai ke level nasional dan internasional,” ungkap Arnaz.
Sejumlah cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Kota Semarang untuk mendulang medali emas antara lain akuatik, gimnastik, kempo, dan menembak. Adapun sepak takraw, paralayang, sambo, dan anggar dinilai masih menghadapi tantangan untuk menyumbangkan medali.
Selain mengejar prestasi, Arnaz berharap penyelenggaraan Porprov memberikan dampak ekonomi bagi Kota Semarang, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedatangan atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai daerah diharapkan turut menggerakkan aktivitas usaha lokal.
“Harapannya sebenarnya satu, tidak hanya (meningkatkan) dari sisi sektor UMKM saja, tapi juga memperkenalkan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi wisata. Jadi, multiplier effectnya tidak hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi bagaimana para atlet dan oficial bisa berkunjung lagi ke Semarang,” tandasnya.

Leave a Reply