Swaraaktual.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengantisipasi kekeringan dampak dari kemarau panjang pada 2026 ini. Antisipasi dilakukan termasuk pada sektor pertanian dengan penyediaan pasokan air.
Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Karanganyar menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga produktivitas pertanian saat kemarau panjang. Sementara Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu memastikan pasokan air bersih kepada puluhan ribu pelanggan masih aman.
Kepala Dispertan Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan lahan pertanian yang mengalami puso akibat kekeringan. Namun, sejumlah lahan mulai mengalami keterbatasan air sehingga langkah antisipasi terus dilakukan. “Sejauh ini belum ada yang sampai puso. Masih aman,” ujar Feriana ketika berbincang dengan Espos, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, pemerintah telah melakukan berbagai program untuk mengantisipasi kekeringan, di antaranya melalui program sumur dan pompa. Pada 2024-2025, sekitar 1.000 pompa telah didistribusikan secara nasional.
Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu daerah yang mendapatkan bantuan tersebut. Selain mengandalkan pompa, Dispertan meminta petani menerapkan pola budi daya tanaman yang lebih hemat air. Salah satunya dengan memilih varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.
Feriana mencontohkan varietas Inpari 49 sebagai salah satu benih yang dapat dipilih petani. “Yang pertama, misalnya, pilih benih padinya yang tahan kekeringan. Kalau biasanya Inpari 32, kemarin ada Inpari 49 itu juga lebih tahan air,” jelasnya.
Mengatur Pola Pengairan
Feriana juga meminta petani mengatur pola pengairan dengan menerapkan sistem irigasi macak-macak. Melalui metode tersebut, lahan tidak harus terus-menerus digenangi air, tetapi pengairan disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan tanaman padi. “Pertanian itu tidak harus dilebihi air terus, tetapi memang harus ada dikeringkan, kadang dibasahi, sesuai dengan umurnya padi,” katanya.
Meski secara umum kondisi pertanian masih aman, Dispertan telah mendata sejumlah lahan yang mulai terdampak kekurangan air. Salah satunya wilayah Bangsri, Kecamatan Karangpandan.
Di lokasi tersebut, tanaman padi sudah terlanjur ditanam, tetapi kemudian mengalami kekeringan karena ketersediaan air tidak mencukupi. “Di daerah Bangsri, Karangpandan, itu baru sedikit yang sudah telanjur ditanam tetapi terus kekeringan, tidak ada air,” ungkap Feriana.
Feriana mengatakan kondisi tersebut telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Tim dari kementerian juga telah mendatangi lokasi untuk melihat kondisi lahan. Jika tanaman tidak dapat diselamatkan dan diperlukan penanaman ulang, pemerintah menyiapkan opsi penggantian benih atau bibit.
Sementara apabila kendala utamanya adalah ketersediaan air, bantuan pompa dapat segera dikirim. “Kalau perlu ada penggantian benih atau bibit untuk mengulangi lagi, nanti kita ganti. Kalau butuh pompa, segera kita kirim,” kata Feriana.
Air Minum
Feriana telah menginstruksikan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian aktif memantau kondisi lahan. Petani diminta segera melapor apabila mulai terdapat tanda-tanda tanaman terdampak kekeringan. Jika nantinya terjadi puso, petani dapat mengajukan perlindungan melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah sosialisasi ke PPL. Kalau memang ada tanda-tanda mau terkena dampak kekeringan, segera lapor. Nanti segera antisipasi,” tuturnya.
Sementara itu sektor pelayanan air bersih di Karanganyar sejauh ini juga belum mengalami gangguan akibat musim kemarau panjang. Direktur PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Agung Wibisono, mengatakan debit sumber air di kawasan lereng Gunung Lawu memang mengalami penurunan, tetapi masih dalam batas yang mampu menopang kebutuhan pelanggan.
“Untuk saat ini di Karanganyar belum mengalami dampak untuk kekeringannya. Debit [air] kami di lereng Gunung Lawu untuk penurunan masih sedikit. Masih mampu untuk melayani pelanggan-pelanggan kami di Kabupaten Karanganyar,” kata Agung.
Dia mengatakan PUDAM Tirta Lawu saat ini melayani sekitar 80.000 pelanggan di Karanganyar. Untuk menjaga kontinuitas pelayanan apabila terjadi penurunan debit yang lebih signifikan, perusahaan akan mengoptimalkan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) serta sumber air dari 17 sumur yang dimiliki.
“Pelayanan kami akan kami optimalkan di IPA. Sumur-sumur akan kami optimalkan di 17 titik,” ujarnya. Dengan langkah tersebut, dia mengatakan PUDAM memastikan siap melakukan distribusi air menggunakan mobil tangki apabila sewaktu-waktu terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih akibat kekeringan.
Agung menyebut dropping air menjadi salah satu alternatif apabila kondisi di lapangan membutuhkan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun pemerintah desa atau kelurahan.
Bantuan Air Bersih
Dia mengatakan kemampuan dropping air dalam sehari menyesuaikan jarak lokasi yang dituju. Menurut Agung, dalam kondisi tertentu PUDAM dapat mengirim hingga sekitar 10 tangki apabila jarak distribusinya masih dalam radius sekitar 10-15 kilometer. PUDAM Tirta Lawu memiliki tiga armada tangki, meski saat ini dua di antaranya aktif digunakan.
Namun, hingga kini belum ada dropping air yang dilakukan khusus karena kekeringan. Agung mengatakan belum ada permintaan dari masyarakat terkait distribusi air bersih akibat kekeringan. “Belum pernah, belum ada permintaan. Belum pernah dropping untuk kekeringan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan dropping air dari PUDAM bukan disebabkan kekeringan, melainkan adanya gangguan jaringan pipa. Seperti yang terjadi pada jaringan pipa di Jalan Lawu karena mengalami kerusakan akibat terdampak pekerjaan pelebaran jalan di kawasan pertigaan Bejen ke arah timur. “Hari ini tadi kita dropping. Tadi dua tangki terkirim,” katanya.
Dua tangki tersebut dikirim ke wilayah Kadipiro dan Tegalasri untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama proses perbaikan jaringan. PUDAM menargetkan perbaikan pipa dapat diselesaikan pada hari ini sehingga distribusi air kembali normal.
“Mungkin nanti sore kami optimalkan untuk perbaikan. Kami optimalkan hari ini selesai. Mudah-mudahan pelanggan mendapatkan aliran PUDAM Tirta Lawu dengan lancar,” ujar Agung.
Dengan kondisi sumber air yang masih relatif aman dan dukungan armada tangki, PUDAM Tirta Lawu memastikan siap mengantisipasi apabila kekeringan mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih.

Leave a Reply