Terungkap! Pejabat Main Game saat Rapat Paripurna DPRD Ternyata Camat Madiun

Terungkap! Pejabat Main Game saat Rapat Paripurna DPRD Ternyata Camat Madiun
Camat Madiun Muksin Harjoko. (Espos/Abdul Jalil)

Swaraaktual.com, MADIUN — Identitas pejabat yang terekam bermain game di handphone saat mengikuti rapat paripurna di DPRD Kabupaten Madiun terungkap. Sosok pejabat itu adalah Camat Madiun, Muksin Harjoko.

Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan seorang pejabat yang bermain game saat mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Video tersebut pun langsung mendapatkan reaksi negatif dari warganet di media sosial.

Terkait video viral itu, Camat Madiun Muksin Harjoko mengakui bahwa sosok yang ada di video tersebut adalah dirinya.

“Betul, saya pada waktu [mengikuti] paripurna sebagai Camat Madiun,” kata dia saat ditemui wartawan di Kantor Kecamatan Madiun, Kamis (16/7/2026).

Muksin membantah kalau bermain game saat rapat paripurna berlangsung. Dia mengatakan bermain game tersebut saat rapat paripurna belum dimulai. Sehingga para undangan rapat masih menunggu jalannya acara.

Dia juga mengingat saat itu dirinya menghadiri rapat paripurna dengan agenda Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025.

“Agendanya PU Fraksi,” ujarnya.

Game Higgs Domino

Lebih lanjut, Muksin mengakui saat itu sedang memainkan game Higgs Domino. Kegiatan ngegame itu dilakukan untuk mengisi waktu sebelum rapat dimulai.

“Saat itu rapat belum dimulai,” ujar dia.

Dia juga menegaskan bahwa game yang dimainkan bukan judi online. Dia juga mengaku tidak pernah melakukan pembelian chip maupun top up.

“Bukan judi online, itu hanya game online biasa,” ujar Muksin.

Meski mengakui memainkan game, Muksin menjelaskan setelah rapat paripurna dimulai dirinya langsung menghentikan permainan dan mengikuti jalannya sidang hingga selesai.

Minta Maaf

Muksin menyadari tindakannya bermain game saat itu telah menimbulkan persepsi negatif. Meski dilakukan sebelum rapat, dia mengakui perbuatannya tidak mencerminkan etika sebagai aparatur sipil negara.

Dia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Dia berkomitmen untuk lebih menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap kegiatan kedinasan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami berkomitmen untuk selalu menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme dalam pelasanaan tugas,” ujar dia.

Leave a Reply