Swaraaktual.com, KLATEN – Produsen minyak goreng bantuan pemerintah memastikan menarik seluruh produk yang dikeluhkan berbau solar atau minyak tanah di wilayah Klaten dan menggantinya dengan produk baru. Selain itu, investigasi juga dilakukan untuk memastikan penyebab Minyakita yang dibagikan kepada masyarakat diduga bermasalah.
Keluhan minyak goreng bermasalah itu ditemukan di wilayah Jogonalan.
“Kami langsung bergerak begitu mendapat laporan dari warga. Minyakita sudah ditarik dan diganti dengan produk yang baru,” kata Direktur PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Joko Mukti Wijaya, selaku produsen Minyakita dari Karanganyar melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Selasa (23/6/2026).
PT KMR melakukan pengecekan langsung serta penanganan bersama Bulog, pemerintah daerah, dinas terkait, aparat, hingga pemerintah desa. Perusahaan juga siap menanggung layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak yang diduga bermasalah tersebut.
“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan konsumen. Karena itu, seluruh produk yang terindikasi bermasalah langsung ditarik dari peredaran sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut mengenai penyebab munculnya keluhan dari masyarakat. Begitu menerima laporan, tim langsung melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap produk yang telah didistribusikan. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian serius. Perusahaan akan menanggung layanan medis atas keluhan kesehatan masyarakat tersebut,” jelas dia.
PT KMR meminta warga penerima bantuan tidak ragu melaporkan apabila menemukan produk yang tidak sesuai standar kualitas. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti guna memastikan bantuan yang diterima benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Produsen Ambil Sampel untuk Uji Laboratorium
Sebelumnya, minyak goreng bantuan pemerintah dikeluhkan berbau solar serta ada yang menyebut berbau seperti minyak tanah. Selain di Jogonalan, minyak goreng bermasalah itu juga ditemukan di wilayah Kecamatan Wedi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten Iwan Kurniawan menjelaskan dinas bersama Bulog serta produsen didampingi kecamatan dan desa sudah melakukan pengecekan langsung terkait produk minyak goreng bantuan yang dikeluhkan. Dari hasil pengecekan, kondisi minyak goreng berbau seperti solar itu ditemukan di wilayah Kecamatan Jogonalan dan Wedi.
Iwan menjelaskan sudah ada tindak lanjut atas laporan tersebut dan dilakukan penggantian minyak goreng bantuan. Seluruh produk minyak goreng yang bermasalah ditarik dan diganti dengan produk baru. Produk yang dikeluhkan berbau seperti solar berasal dari produsen yang sama.
“Kebetulan yang produsen di Wedi dan Jogonalan itu sama dengan temuan yang ada di daerah lain yakni di Wonogiri,” jelas Iwan.
Iwan mengungkapkan saat ini proses penggantian masih berjalan. Dari data terakhir, proses penggantian sudah dilakukan di sembilan desa wilayah Kecamatan Wedi dan empat desa wilayah Kecamatan Jogonalan.
“Total ada 6.030 KPM dan untuk total minyak gorengnya ada 24.120 liter,” jelas Iwan.
Iwan mengungkapkan penyebab minyak goreng berbau seperti solar atau minyak tanah itu belum diketahui. Pihak produsen secara langsung sudah mengambil sampel dan dilakukan pengujian di laboratorium.
“Hasilnya seperti apa, nanti kami tunggu,” ungkap Iwan.

Leave a Reply