Swaraaktual.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menegaskan komitmennya mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang bersih, adil, dan bebas dari praktik titipan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang disertai penandatanganan pakta integritas oleh pejabat daerah hingga camat, Sabtu (2/5/2026). Peluncuran dilakukan oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kartini ke-147, dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Bupati Karanganyar.
Rober menegaskan pelaksanaan SPMB harus sepenuhnya mengacu pada sistem yang telah ditetapkan tanpa adanya praktik titipan.
“Semua harus berjalan sesuai aturan dan sistem. Tidak boleh ada titipan,” tegasnya.
Menurutnya, penandatanganan pakta integritas menjadi wujud komitmen bersama seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan murid baru.
Ia menambahkan, SPMB dirancang sebagai instrumen untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Penekanannya adalah pemerataan. Semua harus terlayani, tidak ada yang ditinggalkan,” ujarnya.
Pemkab Karanganyar juga akan memberikan dukungan dari sisi infrastruktur dan sistem guna memastikan pelaksanaan SPMB berjalan optimal serta berlandaskan prinsip keadilan.
Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Rober menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter dan peradaban bangsa. Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan, khususnya akses pendidikan bagi perempuan.
“Perempuan memiliki peran strategis. Ketika perempuan kuat, keluarga juga akan kuat. Namun, tantangan akses dan kesempatan masih perlu kita atasi bersama,” katanya.
Rober turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guna mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, dalam peringatan Hari Otonomi Daerah, Pemkab Karanganyar mencatat capaian kinerja dengan meraih peringkat pertama di tingkat Jawa Tengah dan peringkat kedua nasional dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Upacara tersebut diikuti Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta pelajar.

Leave a Reply