Kena Efisiensi, Anggaran Kementerian PU 2026 Dipotong Rp12,7 Triliun

Kena Efisiensi, Anggaran Kementerian PU 2026 Dipotong Rp12,7 Triliun
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau groundsill yang ambrol di Srandakan, Senin (27/1/2025). (Istimewa/Kementerian PU)

Swaraaktual.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan kementeriannya akan mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp12,71 triliun pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2026. Kebiajakan efisiensi ini dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal nasional.

Dody menjelaskan langkah efisiensi tersebut sebagaimana mandat yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Adapun, pelaksanaan efisiensi dilakukan melalui mekanisme optimalisasi pagu belanja sebagai respons atas dinamika ekonomi global dan upaya menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Penajaman belanja ini berdasarkan surat Menkeu No: S-181/MK.03/2026 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp12,71 triliun,” ujar Dody dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Sebagai informasi, semula pagu anggaran Kementerian PU pada 2026 ditetapkan sebesar Rp118,89 triliun. Dengan adanya rencana efisiensi tersebut, maka pagu anggaran tersisa sebesar Rp106,18 triliun.

Dody menekankan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyesuaian detail alokasi unit organisasi (Unor) internal bersama Kementerian Keuangan untuk menetapkan prioritas proyek yang tetap berjalan.

Proses revisi anggaran ini ditargetkan rampung pada pertengahan bulan ini sebelum dipaparkan secara resmi kepada DPR RI untuk mendapatkan persetujuan akhir.

“Kami belum menyampaikan secara detail [rencana output proyek dengan anggaran baru] untuk mendapat persetujuan di Komisi V karena kami masih melakukan revisi anggaran bersama Unor terkait dan Kemenkeu yang diberikan tenggat waktu (deadline) 15 April 2026,” lanjut Dody.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut efisiensi yang disiapkan pemerintah akibat gejolak perang Timur Tengah akan mencakup tiga tahap. Seluruh kementerian/lembaga akan kena dampak. 

Untuk diketahui, efisiensi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil efisiensi ditargetkan menghemat anggaran sekitar Rp80 triliun guna mengantisipasi pembengkakan belanja subsidi BBM yang dipicu kenaikan harga minyak. 

“Di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada [tiga tahap]. Yang satu, dua, tiga, yang ketiga pokoknya itu kami desain bisa menutupi kekurangan anggaran yang ada,” ujarnya kepada wartawan di aula Mezzanine, Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026). 

Alih-alih memotong anggaran, Purbaya mengaku akan menyerahkan setiap kementerian/lembaga untuk melakukan efisiensi pagu belanja mereka masing-masing.

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Menteri PU Curhat Kena Efisiensi, Anggaran 2026 Dipangkas Rp12 Triliun

Leave a Reply